PENERAPAN PROSEDUR DINAS JAGA SAAT SHIP TO SHIP DI AHTS ETZOMER 501

Authors

  • Chelvin Alvio Farmarenthe
  • Eva Susanti Parassa
  • Dirga Noegraha

DOI:

https://doi.org/10.29103/e-mabis.v27i1.1599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standard Operating Procedure (SOP) Dinas Jaga pada AHTS Etzomer 501 sebelum terjadinya insiden tubrukan saat operasi Ship-to-Ship (STS) dengan MT. Rina 9 di Selat Kijang. Latar belakang masalah menunjukkan adanya fenomena kegagalan sistem tambat di tengah kondisi arus pasang surut yang ekstrem, yang dipicu oleh keterlambatan serah terima jaga serta hilangnya pengawasan terhadap kondisi teknis kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi kasus di AHTS Etzomer 501. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif langsung di atas kapal, wawancara mendalam dengan narasumber kunci (Nakhoda, Mualim I, Mualim II, dan ABK Jaga), serta studi dokumentasi yang merujuk pada Log Book, jadwal dinas jaga, dan STS Operations Checklists. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dinas jaga di AHTS Etzomer 501 secara regulatif belum berjalan optimal akibat kegagalan komunikasi dua arah (closed-loop communication) antara tim anjungan dan tim dek (Bridge Team Management). Hambatan koordinasi tersebut mengakibatkan pembiaran terhadap kondisi tali depan yang mengendur (slack) dan pergeseran fender utama tanpa antisipasi. Pada fase kritis sebelum benturan, perwira jaga mengalami kelumpuhan keputusan (decision paralysis) yang menghambat penanganan darurat menggunakan Quick Release Gear. Disarankan bagi perusahaan pelayaran untuk memperketat kewajiban serah terima jaga secara visual 15 menit lebih awal, menerapkan sistem checklist digital yang terstandarisasi, serta meningkatkan frekuensi latihan pelepasan darurat guna memitigasi risiko tubrukan di masa depan.

Kata Kunci: AHTS, Dinas Jaga, Human Error, Mooring Integrity, Ship-to-Ship (STS).

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles